Selasa, 7 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Pakar UIN Cirebon: Literasi Digital Kunci Utama Tangkal Hoaks di Era Digital

BAGIKAN:
Pakar UIN Cirebon: Literasi Digital Kunci Utama Tangkal Hoak...
0
Pakar UIN Cirebon: Literasi Digital Kunci Utama Tangkal Hoaks di Era Digital
Pakar UIN Cirebon Melky Isydau Robbi menjelaskan pentingnya literasi digital untuk menangkal hoaks yang mengancam kohesi sosial dan keamanan publik. (Dok. Ist)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Cirebon - Melky Isydau Robbi dari UIN Sibersyekh Nurjati Cirebon menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng pertahanan dari hoaks. Fenomena hoaks saat ini menjadi ancaman serius bagi kohesi sosial dan stabilitas politik.

Ancaman tersebut juga meliputi keamanan publik, sehingga masyarakat perlu melindungi diri dari bahaya misinformasi dan disinformasi. Kerentanan masyarakat terhadap hoaks berakar pada beberapa faktor, salah satunya bias kognitif.

Bias ini membuat seseorang cenderung memercayai informasi yang sesuai dengan keyakinannya tanpa verifikasi. Faktor lain adalah rendahnya tingkat literasi digital yang menyulitkan banyak orang membedakan informasi kredibel.

Selain itu, algoritma media sosial sering memprioritaskan konten sensasional dan provokatif, yang merupakan ciri khas hoaks. Kondisi ini menciptakan ruang gema yang memperkuat penyebaran hoaks di tengah masyarakat.

Literasi digital merupakan fondasi utama dalam menghadapi penyebaran hoaks. Kemampuan ini bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis.

Penguatan literasi digital secara masif harus menjadi langkah awal membangun ketahanan dari hoaks. Literasi digital mencakup kemampuan mencari, menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis.

Masyarakat perlu dibekali keterampilan untuk memeriksa sumber berita dan membandingkan informasi dari berbagai media. Penting juga untuk mengidentifikasi ciri-ciri konten hoaks.

"Penting juga untuk mengidentifikasi ciri-ciri konten hoaks, seperti judul provokatif, sumber tidak jelas, dan ajakan untuk menyebarkan," ujar Melky Isydau Robbi.

"Hoaks sering dirancang dengan judul bombastis, provokatif, dan cenderung menyerang emosi pembaca. Emosi yang diserang bisa berupa rasa takut, marah, maupun harapan berlebihan," tutup Melky Isydau Robbi dari UIN Sibersyekh Nurjati Cirebon.

***

Iklan
Siswa SMK Muhammadiyah 5 Babat Terima Al-Qur'an dari Gubernur Khofifah
Artikel Selanjutnya

Siswa SMK Muhammadiyah 5 Babat Terima Al-Qur'an dari Gubernur Khofifah

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Maret 2026, 13:40 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini