Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Infrastruktur (KKN-TI) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin membangun sebuah rocket stove. Alat ini berfungsi sebagai incinerator sederhana untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.
Program ini berlangsung pada 12–13 Februari 2026 lalu. Inisiatif tersebut menjadi kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat setempat.
Latar belakang kegiatan adalah kondisi lingkungan desa yang masih kesulitan menangani volume sampah harian. Hasil observasi dan diskusi dengan aparat desa menunjukkan kebutuhan solusi praktis yang bisa diterapkan secara mandiri.
Rocket stove dipilih karena desainnya sederhana dan menggunakan bahan lokal. Bahan-bahan yang dipakai antara lain drum bekas dan pipa besi.
Alat ini juga dinilai efisien dalam membakar sampah. Pembakaran tersebut mampu menyusutkan volume sampah secara signifikan.
Penanggung jawab program, Muhammad Febriansyah Darmawan, menjelaskan tujuan utama inisiatif tersebut. Ia berasal dari Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Unhas.
“Melalui pembuatan rocket stove, kami berharap masyarakat punya alternatif mengurangi sampah rumah tangga. Desainnya mudah direplikasi dengan bahan sekitar,” ujar Muhammad Febriansyah Darmawan.
Kegiatan pembangunan rocket stove dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah desa. Selanjutnya dilakukan survei lokasi dan persiapan bahan.
Mahasiswa dan warga kemudian membangun satu unit prototipe. Alat tersebut ditempatkan di dekat kantor desa.
***