Gubernur Sumbar dan Ketum KADIN Resmikan 10 Huntap di Batu Busuak Padang
Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa Huntap yang dibangun di Batu Busuak merupakan yang pertama di Sumbar. Bahkan, ini menjadi yang pertama dari program bantuan serupa di tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia menyebut pembangunan hunian tetap tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, hingga dukungan masyarakat setempat.
"Kami mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang, serta dukungan TNI dan masyarakat yang telah membantu proses pembangunan hunian tetap ini," ujar Anindya.
Hunian tetap yang diserahkan telah dilengkapi dengan fasilitas dasar dan dibangun sesuai standar kelayakan. Ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Anindya juga berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar menjaga dan merawat hunian tersebut dengan baik. Tujuannya agar dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan dampak cukup besar. Khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan Batu Busuak.
Menurutnya, di tengah ujian tersebut juga terlihat kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian dari berbagai pihak. Termasuk dunia usaha melalui KADIN Indonesia dan KADIN Sumbar.
Ia berharap dengan ditempatinya hunian tetap tersebut, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. Selain itu, juga dapat membangun kembali perekonomian keluarga serta memperkuat kebersamaan di lingkungan yang baru.