Pemerintah memprediksi 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Polri merespons dengan meluncurkan Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
Operasi ini merupakan kolaborasi lintas sektoral untuk mengantisipasi pergerakan massa yang masif. Fokus utamanya adalah kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan jiwa pemudik.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan, strategi rekayasa lalu lintas telah disusun secara matematis.
Data traffic counting secara real-time menjadi dasar kebijakan one way, contra flow, dan ganjil-genap. Kebijakan ini diterapkan di ruas jalan tol maupun non-tol.
Tujuannya agar rasio volume kendaraan tetap di bawah ambang batas kemacetan.
"Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur," ujar Komjen Pol.
Dedi Prasetyo.
"Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka," tambahnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, pada Rabu (11/3/2026).
Sisi teknis kepolisian diperkuat dengan dukungan masif dari sektor infrastruktur. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono , menyatakan pemerintah telah menyiapkan pengamanan berupa jalur fungsional.