Minggu, 5 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Pemprov Banten dan FORPAK Beri Pembekalan Antikorupsi Siswa SMK Pandeglang

BAGIKAN:
Pemprov Banten dan FORPAK Beri Pembekalan Antikorupsi Siswa...
0
Pemprov Banten dan FORPAK Beri Pembekalan Antikorupsi Siswa SMK Pandeglang
Pemerintah Provinsi Banten dan Forum Penyuluh Antikorupsi memberikan pembekalan antikorupsi kepada siswa SMK Negeri 7 Pandeglang. (Dok. Ist)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banten - Pemerintah Provinsi Banten bersama Forum Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (FORPAK-API) memberikan pembekalan pendidikan antikorupsi. Kegiatan ini menyasar siswa SMK Negeri 7 Pandeglang untuk menanamkan nilai integritas pada generasi muda.

Pembekalan tersebut dilaksanakan pada Senin kemarin (9/3/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Ramadan 1447 Hijriah.

Sekretaris Inspektorat Syafitri Muhayati menjelaskan, pendidikan integritas sangat penting ditanamkan sejak usia sekolah. Tujuannya agar generasi muda memiliki karakter jujur dan bertanggung jawab.

Moralitas ini harus dibangun dan dibentuk sejak usia remaja. Syafitri yang juga Ketua FORPAK-API memberikan materi dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, berbagai perilaku tidak jujur di lingkungan sekolah kadang sering dianggap sepele. Kebiasaan ini jika dibiarkan dapat membentuk kebiasaan yang berujung pada perilaku koruptif.

Syafitri mencontohkan tindakan menyontek saat ujian, titip absen, plagiarisme tugas, hingga memalsukan tanda tangan. Semua itu merupakan bentuk perilaku koruptif.

Bentuk kebiasaan buruk itu padahal merupakan ketidakjujuran yang harus dihindari sejak dini. Menurutnya, sekolah menjadi tempat strategis dalam membangun generasi berintegritas.

Selain memberikan pengetahuan akademik, sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.

“Integritas adalah keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Nilai ini penting dimiliki pelajar agar terbiasa bersikap jujur, disiplin, dan berani mengatakan kebenaran,” ujar Syafitri.

“Perilaku kecil seperti itu bisa merusak kepercayaan, menghambat kemampuan diri, dan membentuk kebiasaan yang tidak baik,” katanya.

“Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan berbagai nilai integritas seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab,” tutup Syafitri.

***

Iklan
STABN Sriwijaya Tangerang Bagikan 700 Takjil, Harap Toleransi Terus Berkembang
Artikel Selanjutnya

STABN Sriwijaya Tangerang Bagikan 700 Takjil, Harap Toleransi Terus Berkembang

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 10 Maret 2026, 12:00 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini