Wagub Banten Puji Peran Wartawan Perempuan
"Wartawati terus tumbuh berinovasi, fokus pada kaum perempuan, kepada masalah ibu dan anak," ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan berharap Hari Pers Nasional selalu memberikan ruang untuk para wartawan perempuan. Indonesia, menurutnya, memiliki Pahlawan Nasional yang berprofesi sebagai wartawan perempuan yaitu Roehana Koeddoes.
“Beliau adalah tokoh jurnalis perempuan yang mendedikasikan dirinya untuk di bidang jurnalistik. Roehanna Koeddoes juga menuliskan berbagai opini pendapat-pendapatnya dan membangun atau membentuk sebuah media atau koran yaitu Sunting Melayu, juga mengumpulkan banyak para perempuan-perempuan untuk menjadi penulis," paparnya.
Makanya, pemerintah mendukung adanya sudut pandang pemberitaan dari seorang perempuan. Khususnya yang memberikan keberpihakan pada perempuan, ibu, dan anak.
"Isu-isu perempuan dan anak kalau tidak diperjuangkan dan disuarakan, tidak akan pernah diketahui oleh berbagai pihak. Oleh karena itu kami berharap melalui silaturahmi wartawati Indonesia, akan semakin banyak teman-teman wartawan perempuan khususnya juga memberikan point of view dari sudut terutama bagaimana sisi perempuan ya masuk ke dalam berita dan berbagai bidang yang ada di dalam pembangunan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ahmad Munir mengatakan bahwa pihaknya mendukung wartawan perempuan berkiprah lebih maju. Menurutnya, saat ini banyak wartawan perempuan yang cemerlang di dunia jurnalistik seperti Meutya Hafid yang menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Rosianna Magdalena Silalahi yang menjadi Direktur Utama (President Director) Kompas TV, Uni Zulfiani Lubis sebagai pemimpin redaksi IDN Times, dan Najwa Shihab yang saat ini menjadi pemilik perusahaan media.
“Jadi sudah tidak relevan lagi berbicara tentang perbedaan gender, tidak relevan lagi untuk berbicara tentang itu wartawan laki-laki atau wartawan perempuan. Jadi kompetensi dan peluangnya sama-sama terbuka lebar baik laki-laki maupun perempuan," ungkapnya. ***