Tokoh masyarakat Kota Cilegon, Tb. Iman Aryadi, menyampaikan harapannya agar monumen ini menjadi pengingat bagi para jurnalis untuk tetap teguh pada idealisme.
"Mudah-mudahan ini menjadi tonggak sejarah, terutama nilai-nilai jurnalistik yang terus ditegakkan. Media adalah idealisme untuk memberikan kebenaran. Keberadaan SMSI sangat strategis untuk memberikan kebenaran terhadap publik," ujar Tb.
Iman Aryadi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menekankan bahwa monumen ini adalah representasi dari fungsi pers yang utuh sesuai amanat undang-undang.
"Itu merupakan fungsi pers, UU Pers, Pedoman Pemberitaan Media Siber, dan Kode Etik Jurnalistik. Menggambarkan bahwa kehidupan masyarakat pers harus memenuhi semua unsur itu; diplomasi informasi, hiburan, kontrol sosial, dan dalam membuat berita harus berpedoman pada aturan yang ada," tegas Firdaus.
Kebanggaan dari Penjuru Nusantara Peresmian ini juga dihadiri oleh pengurus SMSI dari berbagai daerah. Sekjen SMSI Sumatera Barat, Gus Fen Khaerul, dengan penuh semangat menyatakan pentingnya nilai historis Cilegon bagi jurnalis siber.
"Jangan mengaku jurnalis media siber kalau belum hadir di Cilegon. Selamat atas peresmian monumen ini," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu, menyoroti pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Ia berharap informasi yang disajikan tetap berimbang dan sesuai fakta.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Ketua SMSI Kota Medan, Irwan Manalu, yang menginginkan pers dan pemerintah tetap bersatu demi kemajuan Indonesia.