“Dengan koperasi ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berbelanja. InsyaAllah koperasi ini akan terus berkembang,” tambahnya.
Terkait pengembangan KDMP, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa operasional koperasi di Cisoka merupakan tahap awal. Secara nasional, kata dia, telah terbentuk sekitar 81.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, namun belum seluruhnya berjalan optimal akibat berbagai kendala, terutama dukungan anggaran.
“Di Kabupaten Tangerang, kita mulai lebih dulu karena ada dukungan dana CSR dari pengembang. Ini sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, setiap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tangerang mendapatkan modal awal sebesar Rp100 juta yang bersumber dari dana CSR. Dengan total 274 desa dan kelurahan, nilai dukungan CSR untuk koperasi KDKMP mencapai sekitar Rp27,4 miliar.
“Kita percepat melalui dana CSR karena program-program Bapak Presiden sangat menyentuh langsung rakyat. Koperasi Desa Merah Putih ini salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri,” pungkasnya.***