KOTA SERANG – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah dalam menanggulangi persoalan sampah agar selalu resik dan bersih. Sejatinya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan dibutuhkan peran serta dari seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut juga berlaku bagi Kota Serang.
Untuk mewujudkan Kota Serang yang rapi dan bersih, dibutuhkan “Lisa-lisa”. Bukan nama orang, melainkan representasi dari jiwa dan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan bahwa Kota Serang membutuhkan ‘Lisa’ dari seluruh masyarakat agar kebersihan kota dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Lisa di sini artinya Lihat sampah lalu ambil. Sederhana, tapi dampaknya besar kalau dilakukan bersama-sama,” ujar Agis saat meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Perumahan Citra Gading, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, persoalan sampah kerap menghantui wajah kota, termasuk Kota Serang. Karena itu, diperlukan andil dan kesadaran bersama dalam menanggulangi masalah sampah.
“Persoalan sampah ini bukan hanya urusan pemerintah. Masyarakat juga bisa ikut ambil bagian. Kota Serang ini milik kita semua, maka sudah sepatutnya kita jaga bersama agar tetap bersih,” tegasnya.
Seiring semakin bersih dan resiknya Kota Serang, Agis optimistis berbagai dampak positif akan bermunculan. Mulai dari meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, bertambahnya jumlah kunjungan ke Kota Serang, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi warga.