Puskesmas Cikupa Gelar Kelas Ibu Hamil dan Penyuluhan Campak untuk Tekan Stunting
Penyuluhan Campak merupakan respons cepat terhadap adanya peningkatan kasus (Kejadian Luar Biasa/KLB) di beberapa wilayah. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mengedukasi tentang deteksi dini, dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna memutus rantai penularan.
Antusiasme Peserta dan Komitmen Kader
Kegiatan ini menuai tanggapan positif dari seluruh pihak yang terlibat.
Nur Ismail, sebagai penyuluh, menyatakan, “Edukasi seperti ini adalah benteng pertama. Dengan pemahaman yang benar, para ibu bisa menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya untuk mendorong imunisasi dan mencegah penyebaran campak.”
Salah satu peserta, Siti Aisyah, ibu hamil anak pertama, mengaku sangat terbantu.
“Saya jadi tahu bahwa mencegah campak itu harus sejak anak masih dalam kandungan dengan ibu menjaga kesehatan, lalu dilanjutkan dengan imunisasi setelah lahir. Penjelasan tentang gizi selama hamil juga sangat jelas,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kader kesehatan desa. Ibu Kimah, salah satu kader, menegaskan komitmen pendampingan.
“Kehadiran dokter dan penyuluh dari puskesmas sangat memotivasi kami, kader. Informasi yang kami dapatkan hari ini akan kami teruskan melalui kunjungan rumah (door to door) untuk menjangkau lebih banyak lagi warga, terutama yang memiliki balita dan ibu hamil,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Cikupa, melalui dr. Belinda, menyampaikan bahwa kegiatan terpadu seperti ini akan terus digencarkan di desa-desa lain se-Kecamatan Cikupa.