Banten Siaga Bencana Hidrometeorologi, Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi
Lutfi menjelaskan, meskipun Banten masuk dalam kategori zona hijau menurut BMKG, peningkatan kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah preventif terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
“Kalau kita sudah bersiaga, insya Allah penanganannya juga akan lebih efektif karena kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” ujar Lutfi.
Mengantisipasi potensi cuaca tersebut, masyarakat diimbau:
Tetik tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
Lakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar dengan memastikan saluran air tidak tersumbat, pastikan kondisi rumah, pangkas dahan pohon berisiko tumbang dan cek atap rumah agar tetap kokoh dan tidak bocor, hindari perjalanan ke daerah rawan banjir, ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat (bisa dicek di inaRISK).
Siapkan "Tas Siaga" (dokumen penting dalam plastik kedap air), senter dan baterai cadangan, obat-obatan pribadi, air minum dan makanan tahan lama untuk minimal 3 hari, ponsel dan power bank)
Simak informasi prakiraan cuaca secara berkala melalui informasi resmi dari BMKG dan Pemerintah Daerah serta jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya/hoax
Pantau informasi terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal sosial media @bmkgwilayah2, media sosial Pemprov Banten, OPD terkait, BNPB/BPBD serta manfaatkan aplikasi inaRISK untuk melihat risiko bencana di lokasi masing-masing.
Sumber: Rilis Biro Adpimpro Banten, RIlis BMKG Wilayah II, Strategi Komunikasi Terpadu & Mitigasi Risiko Bibit Siklon 91S dan 93S Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***