“Stop Bungkam!” Wabup Intan Serukan Perlawanan Bersama terhadap Perdagangan Manusia di Tangerang
“Peran masyarakat adalah kunci. Kita perlu mata untuk melihat tanda-tanda bahaya, telinga untuk mendengar keluh yang tertahan, dan hati untuk peduli serta tidak menutup mata ketika melihat potensi eksploitasi. Tidak boleh ada satu pun warga kita yang menjadi komoditas,” serunya.
Sementara itu, inisiator Lentera Perempuan, Siska Marini, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang berlangsung sejak 25 November hingga 10 Desember 2025.
“Kegiatan ini timbul dari keresahan dan kegelisahan kami karena kekerasan itu bisa terjadi dimana saja dan kepada siapa saja. Kekerasan karena perdagangan manusia merampas martabat manusia,” ungkap Siska.
Ia berharap, melalui forum tersebut, dukungan dan komitmen pemerintah daerah, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat semakin menguat dalam upaya pencegahan dan penanganan perdagangan manusia.
“Semua harus bergerak saat martabat manusia dirampas. Melaui kegiatan ini, semoga dukungan dan solidaritas semua pihak semakin kuat dan bersama-sama kita lawan perdagangan manusia dan segala bentuk kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak,” pungkasnya.***