Selasa, 7 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Wali Kota Serang Budi Rustandi Bantu Anak Penderita Mikrosefali dengan Kursi Roda Khusus

BAGIKAN:
Wali Kota Serang Budi Rustandi Bantu Anak Penderita Mikrosef...
0
Wali Kota Serang Budi Rustandi Bantu Anak Penderita Mikrosefali dengan Kursi Roda Khusus
Iklan

KOTA SERANG – Setelah menerima laporan dari warga Link. Masjid Jeranak, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mengenai seorang anak perempuan yang membutuhkan kursi roda, Wali Kota Serang Budi Rustandi langsung melakukan kunjungan untuk melihat kondisi warga tersebut.

Dalam kunjungan itu, tampak seorang anak berusia delapan tahun bernama Aira, yang berada dalam pangkuan sang ibu. Aira menderita mikrosefali, kondisi langka yang menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dari normal akibat perkembangan otak yang tidak sempurna saat kehamilan atau berhenti berkembang setelah lahir.

Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Serang memberikan bantuan biaya untuk membeli kursi roda Cerebral Palsy OneHealth, yang dilengkapi fitur body protect untuk stabilitas tubuh, sandaran yang bisa diatur, serta bantalan busa khusus demi kenyamanan. Selain itu, Budi juga memberikan santunan untuk kebutuhan berobat dan kebutuhan sehari-hari, seperti beras dan biskuit.

“Tadi lihat kan saya memberikan kursi yang ada pengikatnya. Kebetulan pemerintah tidak punya ya, jadi pemerintah pakai uang pribadi saya. Semoga itu bermanfaat untuk saya nanti di akhirat, tentunya bermanfaat juga untuk yang memakai. Gitu ya,” ucap Budi.

Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat terus digalakkan.
“Saya berharap budaya saling bantu ini terus digalakkan, kalau di wilayah Kota Serang ada yang mampu ketika ada tetangganya sedang kesusahan bisa saling membantu. Jadi untuk menyemangati bahwa kita harus sama-sama peduli sama manusia yang punya harta lebih bisa melakukan hal yang sama,” harapnya.

Kondisi Kesehatan Aira

Kepala Puskesmas Banjar Agung, Yuliana, menjelaskan bahwa Aira mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak atau Quadriplegia (Tetraplegia) sejak usia enam bulan. Kondisi ini pertama kali terdeteksi setelah Aira mengalami kejang dan dibawa ke posyandu terdekat.

“Dari hasil itu pihak posyandu menyarankan untuk meminta rujukan ke puskesmas yang nantinya ditunjukkan ke rumah sakit khusus,” ungkap Yuliana.

Iklan
Pemkot Tangerang Berhasil Tekan Inflasi Menjelang Nataru, Catat Angka Terendah se-Banten
Artikel Selanjutnya

Pemkot Tangerang Berhasil Tekan Inflasi Menjelang Nataru, Catat Angka Terendah se-Banten

Iklan
Iklan
Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 2 Desember 2025, 09:26 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini