Jakarta — Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk tata kelola global yang adil, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang diamanatkan konstitusi, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Hal tersebut disampaikan Dosen Prodi Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Asep Setiawan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/5).
Menurutnya, pandangan itu ia sampaikan dalam forum internasional bertajuk ASEAN Wisdom: Indonesia's Role in the "Global Governance Initiative" yang berlangsung di The China Space, Masjid Istiqlal Jakarta pada 25 November 2025.
Acara tersebut juga menghadirkan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Taufik Rahman dan Dosen President University Haryanto Aryodiguno PhD sebagai pembicara. Diskusi dimoderatori oleh Galby R Samhudi dari Pusat Kajian Tenggara Strategics.
Sementara sambutan mewakili Chairman Wanxinda Group Indonesia, Chen Rilling, disampaikan oleh perwakilannya. Koordinator acara adalah Wen Xi dari Global Development Research Center di Jakarta.
Indonesia Perkuat Diplomasi untuk Negara Berkembang
Menurut Dr. Asep, Indonesia sebagai negara berkembang terbesar di Asia Tenggara dan anggota aktif ASEAN memiliki posisi strategis dalam mempengaruhi arsitektur tata kelola global melalui diplomasi multilateral dan kepemimpinan regional.
Prinsip bebas aktif yang dianut Indonesia menjadi landasan filosofis dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, khususnya negara-negara ASEAN, di berbagai forum global. Indonesia, lanjutnya, memanfaatkan posisi strategis tersebut melalui tiga pendekatan yang berakar pada kesetaraan kedaulatan.