Wabup Intan Tegaskan Komitmen Bersama Selamatkan Ibu dan Bayi, Ungkap Tren Kasus dan Tantangan Kesehatan di Kabupaten Tangerang
"Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir sangat krusial dan berperan strategis dalam mempersiapkan generasi emas tahun 2045. Setiap nyawa ibu dan anak yang berhasil kita selamatkan hari ini, akan menjadi bagian dari keberhasilan besar bangsa di masa depan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan mitra yang telah menunjukkan dedikasi besar dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Mari kita terus jaga semangat kerjasama, gotong royong dan kolaborasi antar berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang optimal di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Komplikasi Kehamilan Masih Jadi Ancaman Utama
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, mengungkapkan bahwa penyebab terbesar kematian ibu pada 2025 adalah komplikasi kehamilan, terutama eklamsia yang terlambat ditangani.
"Jadi biasanya ibu hamil mengalami eklamsi, hipertensi kemudian terjadi interaksi kejang-kejang, terlambat dibawa ke rumah sakit dan akibatnya penanganannya terlambat makanya menyebabkan kematian," ungkap Hendra.
Ia berharap pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir ini mampu memperkuat analisa, kesiapan, dan langkah-langkah penanganan di seluruh lini pelayanan kesehatan.
"Ini tugas kita bersama, jangan sampai nanti kita yang menyebabkan kematian bayi atau kematian ibu karena penanganan kita yang salah. Penanganannya dan pencegahan mulai dari tingkat Puskesmas, di klinik, di bidan, praktek mandiri sampai ke rumah sakit harus benar, enggak boleh ada kematian lagi," tegasnya.***