Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan sekitar 25 persen APBD untuk sektor kesehatan, dan sebagian diarahkan khusus untuk memperkuat program penanggulangan TBC.
Lebih jauh, ia memaparkan enam strategi nasional eliminasi TBC yang menjadi pedoman daerah—mulai dari penguatan kepemimpinan hingga pemanfaatan riset dan teknologi.
“Semua strategi ini saling berkaitan dan membutuhkan implementasi yang konsisten di daerah,” ujarnya.
Sebagai bentuk inovasi daerah, Pemkab Tangerang mengembangkan berbagai program percepatan eliminasi TBC. Di antaranya Desa Siaga TBC, Investigasi Advokasi Cegah dengan Terapi Pencegahan TBC (Siaga Dengan Tepat), serta Skrining TBC Sekolah (Situbers) yang menyasar deteksi dini pada generasi muda.
Pada sesi testimoni, Siti Hamidah, salah satu pasien TBC yang tengah menjalani pengobatan di RSUD Balaraja, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan kesehatan.
"Saya mendapat pendampimgan dari rumah sakit dan juga Puskesmas. Saya didampingi agar tetap teratur minum obat dalam masa pengobatan," tuturnya. ***