BNK Tangerang Gandeng Desa, Gerakkan “Desa Bersinar” Perangi Narkoba dari Akar Rumput
Sementara itu, Ketua Apdesi Kabupaten Tangerang, Maskota, mengungkapkan bahwa sejumlah desa sebenarnya telah lebih dulu bergerak melakukan sosialisasi bahaya narkoba sebelum adanya rapat koordinasi tersebut.
“Kami sudah bersosialisasi dengan masyarakat tentang bahaya narkoba. Tujuan utamanya jelas, bagaimana tidak ada pengedaran narkoba di wilayah desa masing-masing,” kata Maskota.
Namun, tantangan besar masih menghadang. Menurutnya, peredaran narkoba di desa seringkali sulit terdeteksi karena berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
“Pengedar itu sembunyi-sembunyi. Kadang datang dari luar wilayah, bahkan teman warga sendiri. Ketika ditangkap tangan pun kami tidak punya kewenangan seperti kepolisian,” jelasnya.
Untuk memperkuat upaya di lapangan, Apdesi berencana meningkatkan kerja sama dengan kepolisian, sekaligus mengedepankan pendekatan keagamaan sebagai benteng moral masyarakat.
“Kami libatkan para ustaz, ulama, dan MUI dalam sosialisasi. Kalau masyarakat dekat dengan agama, insya Allah peredaran narkoba bisa ditekan,” tutup dia.***