Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Gala Dinner OMI 2025: Tekankan Pentingnya Pendidikan Berbasis Agama dan Moral
Lebih lanjut, Gubernur Andra Soni memaparkan berbagai upaya Pemprov Banten dalam menjamin akses pendidikan yang layak bagi masyarakat.
“Untuk pendidikan SMA, SMK, dan Skh yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tahun ini kami telah menggratiskan sekitar 65.000 anak di Banten,” lanjutnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga telah mendirikan empat Sekolah Rakyat di beberapa daerah, yakni di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang. Gubernur berharap pembangunan lembaga pendidikan tersebut dapat terus berlanjut agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan yang layak.
Dukungan Kemenag terhadap Pengembangan Sains di Madrasah
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menjelaskan bahwa penyelenggaraan OMI merupakan bagian dari upaya menjadikan madrasah tidak hanya berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga aktif dalam pengembangan sains dan teknologi.
Wamenag menjelaskan bahwa OMI 2025 terdiri atas dua kategori utama, yakni sains dan riset, dengan peserta yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Madrasah hari ini tidak hanya mempelajari fikih, tarikh Islam, atau tauhid, tetapi juga teknologi. Karena teknologi merupakan bagian dari ajaran Islam, sama halnya dengan pertanian, kedokteran, astronomi, dan sebagainya,” ujar Wamenag Romo Syafi’i.
OMI 2025 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda madrasah untuk menunjukkan potensi terbaiknya dalam sains, teknologi, dan keagamaan, sekaligus memperkuat sinergi antara Kemenag dan Pemprov Banten dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. ***