Dengan nada optimistis, Tinawati menyampaikan bahwa seragam ungu Posyandu juga merupakan simbol kebangkitan dan kebanggaan baru bagi kader di seluruh Banten.
“Seragam ini bukan sekadar baju, tapi identitas perjuangan. Ungu adalah warna yang kuat, berwibawa, dan penuh makna. Saya ingin kader Posyandu bangga mengenakannya karena mereka adalah bagian penting dari pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Lomba Posyandu yang digelar Pemerintah Provinsi Banten bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan dan motivasi agar para kader semakin aktif dan mandiri.
“Mari jadikan Posyandu sebagai wadah strategis dalam mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas menuju masyarakat yang cerdas dan berdaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Desa Caringin, Mutmainah, menyampaikan rasa bangga atas perhatian dan kunjungan Ketua TP Posyandu Provinsi Banten. Ia menilai semangat yang dibawa Tinawati Andra Soni menjadi inspirasi bagi para kader di tingkat desa untuk terus berinovasi.
“Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berinovasi. Kader Posyandu adalah perempuan tangguh yang melayani dengan hati,” ungkapnya.
Posyandu Gurame di Desa Caringin dikenal sebagai Posyandu mandiri yang terintegrasi dengan berbagai layanan, mulai dari PAUD, Posyandu balita dan ibu hamil, Posyandu remaja, hingga Posbindu lansia dan Penyakit Tidak Menular (PTM). Sejak berdiri pada 2014, Posyandu ini telah menjalankan lima tahap integrasi pelayanan primer dan enam dimensi SPM (6 SPM).
Dalam agenda kunjungan Tinawati Andra Soni tersebut, Pemprov Banten bersama Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat sekitar berupa 70 paket sembako, satu kursi roda, satu tongkat bantu jalan, serta 74 paket ikan bandeng beku. Bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa.