Penuh Syukur dan Haru, Ribuan Warga Padati Alun-Alun Tigaraksa dalam Acara “Tangerang Bersyukur”
Acara malam itu semakin syahdu dengan lantunan shalawat dan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Bin Segaf Assegaf dan Habib Husein Bin Ja’far Al Hadar. Suara shalawat bergema di seluruh alun-alun, menghadirkan suasana religius yang menenangkan hati.
“Semoga melalui lantunan shalawat dan doa yang kita panjatkan malam ini, Allah turunkan rahmat-Nya atas Kabupaten Tangerang, dijauhkan dari segala bala dan musibah, serta dilimpahkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” tutur Bupati.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut memberikan pesan penuh makna kepada masyarakat. Ia mengajak untuk menjadikan momen hari jadi sebagai ajang muhasabah dan refleksi sejarah.
“Banyak daerah porak-poranda, tapi karena di sini ada shalawat, pengajian, dan cinta Rasul, Alhamdulillah Kabupaten Tangerang aman, damai, sentosa di bawah kepemimpinan Bupati Maesyal dan Ibu Intan. Kalau berbicara hari jadi, berarti kita berbicara masa lalu, jas merah, jangan sampai melupakan sejarah,” serunya.
Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Kita harus banyak merenung, melakukan muhasabah, istighfar sebanyak-banyaknya. InsyaAllah kita akan diampuni atas kekurangan, termasuk pemerintah daerah dalam memimpin Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Banten menegaskan bahwa pembangunan masa depan harus disusun dengan visi jauh ke depan agar masyarakat semakin makmur dan sejahtera.
“Kita ingin masyarakatnya maju, bekerja, sejahtera, mendapatkan gizi, kesehatan, dan pendidikan yang layak. Maka penting meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Alhamdulillah, ulang tahun Kabupaten Tangerang tidak diisi dengan hiburan seronok, tapi diisi dengan shalawat dan doa bersama para habib dan ulama,” ungkapnya.