Sinergi Kampung Ekonomi Biru, Pemkab Tangerang Mantapkan Model Penguatan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
Pemkab Tangerang telah melaksanakan berbagai langkah konkret, mulai dari penanaman kembali mangrove untuk mencegah abrasi, pengembangan infrastruktur wisata di Teluknaga, hingga pemberdayaan nelayan dan UMKM berbasis hasil laut.
“Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, kami ingin membangun desa wisata bahari ramah lingkungan, mengelola kawasan minapolitan dengan prinsip keberlanjutan, memberi akses modal, pasar, dan teknologi untuk nelayan dan UMKM, sekaligus membuka ruang investasi yang mendukung konservasi dan menciptakan lapangan kerja,” papar Bupati.
Sinergi Pentahelix: Kunci Keberhasilan
Bupati menegaskan, keberhasilan ekonomi biru hanya bisa dicapai dengan sinergi pentahelix: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Kita ingin pembangunan ini bukan hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga melestarikan laut, mangrove, dan pesisir. Dengan kolaborasi, mimpi ini bisa terwujud,” ujarnya optimistis.
Momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi titik awal inisiasi program jangka panjang yang akan memperkuat ketahanan ekonomi pesisir Kabupaten Tangerang. Strategi pembangunan diarahkan pada infrastruktur terintegrasi, penguatan ekonomi lokal, pengembangan ekowisata bahari, rehabilitasi lingkungan, serta kemitraan multi-pihak.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menambahkan bahwa inisiatif Kampung Ekonomi Biru merupakan tonggak kolaborasi lintas sektor yang baru pertama kali dilakukan. Kegiatan ini menggandeng Kemenko Infrastruktur RI, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, IPB, Swiss German University, hingga komunitas pesisir dan dunia usaha melalui Agung Sedayu Group.