Pemkab Serang Perkuat Sinergitas untuk Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025
Langkah-langkah lain yang disiapkan meliputi kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok wilayah, operasi pasar berkala, antisipasi gangguan cuaca, serta edukasi kepada masyarakat terkait belanja bijak dan menghindari panic buying.
“Saya meminta OPD terkait terus memantau dan melaporkan perkembangan harga secara real-time. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih responsif dan tepat sasaran,” tegas Zaldi.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang, Febrian Ripera, menyebutkan bahwa tingkat inflasi Kabupaten Serang hingga November 2024 berada di kisaran 2,95 persen. Namun, potensi peningkatan menjelang Desember cukup signifikan, mengingat tren tahunan yang serupa.
Febrian menjelaskan, berdasarkan data Diskoumperindag Kabupaten Serang, beberapa harga komoditas strategis saat ini adalah beras medium Rp 12.000/kg, minyak goreng curah Rp 18.000/liter, daging ayam ras Rp 35.000/kg, cabai merah Rp 25.000/kg, dan telur ayam boiler Rp 26.000/kg.
“Kenaikan harga komoditas ini harus menjadi perhatian bersama, agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan,” ungkap Febrian.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Serang memiliki potensi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Dengan letak strategis sebagai jalur logistik nasional dan pusat aktivitas masyarakat, Kabupaten Serang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah, terutama pada momen-momen penting seperti ini. (*)
(red)