Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup atletik, bola basket, bola voli, bulutangkis, catur, kriket, dayung, futsal, karate, kempo, penahan, panjat tebing, pencak silat, petanque, renang, sepak bola, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, woodball, squash, tinju, menembak, esport, dan sepatu roda.
“Venu pertandingan akan tersebar di beberapa lokasi, termasuk di Kodiklat, MS Sport BSD City, Arhanud, Yonkav 9/SDK, Kecamatan Serpong Utara, Lapangan Camar Setu, Situ Pondok Jagung, PCC Pamulang, Mall WTC, Brigkav, Lapangan Paku Jaya, PTM Karbonet Setu, ISCI Ciputat, Sasana BBC Cilenggang, dan Aula Kelurahan Jelupang,” jelasnya.
Jadwal pertandingan untuk masing-masing cabang olahraga akan disesuaikan, dengan beberapa cabang diselesaikan dalam satu hari, sementara lainnya mungkin memerlukan waktu tiga hingga empat hari, seperti bola voli dan panjat tebing.
“Mari kita meriahkan ajang tingkat kota ini dengan hadir di setiap cabang olahraga yang dilombakan dari masing-masing kecamatan,” ajaknya.
Hamka juga menegaskan bahwa Porkot seharusnya diadakan setiap dua tahun, namun di Kota Tangsel diadakan setiap tahun. “Umumnya, Porkot diadakan setiap dua tahun, tetapi di Tangsel, kami menyelenggarakannya setiap tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan ini juga untuk menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan memberikan kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan mereka.
“Ini adalah wadah bagi atlet untuk menguji hasil latihan rutin mereka. Semakin banyak pertandingan yang diikuti, semakin percaya diri atlet dengan kemampuan mereka,” tambah Hamka.
Jika atlet jarang mengikuti event tingkat kota dan provinsi, maka pengalaman mereka akan minim. Hasil dari pertandingan tingkat kota ini akan dipersiapkan untuk mengikuti tingkat provinsi pada 2026.