Gugun Iskandar, menyatakan harapannya agar klinik ini dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jantung, khususnya di daerah yang memiliki populasi besar seperti Kabupaten Serang.
"Kami mendirikan klinik di sini untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya. Gugun juga berharap dalam waktu tiga bulan ke depan klinik ini bisa melayani pasien BPJS Kesehatan setelah proses akreditasi selesai.
Sebagai informasi, berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen, dengan sekitar 250.000 kasus baru setiap tahunnya.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Direktur Teknologi BPJS Pusat, Edwin Aristiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. (*)
Pewarta: Herfa