“Seperti bagaimana merawat area intim bagi remaja perempuan, hingga bagaimana kehamilan ideal, seperti menikah di atas umur 20 tahun. Dan ini juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit hingga kekerasan seksual,” jelasnya.
Menurut Nina, remaja yang menjaga kesehatan reproduksi mereka juga dapat mencegah potensi stunting pada bayi yang akan mereka lahirkan pada usia ideal pernikahan dan kehamilan.
“Kita juga memberikan cara-cara bagaimana menjaga kebersihan organ intim remaja perempuan, jika kurang darah maka harus minum obat penambah darah, asupan makanan yang bergizi dan lain-lain. Sehingga, ketika sudah memasuki umur ideal menikah dan hamil maka potensi stunting pada calon bayi akan berkurang,” tambahnya.
Heri Handoko, anggota Komisi V DPRD Banten, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan menilai bahwa sosialisasi tersebut sangat penting dalam mencegah kehamilan dini dan risiko stunting.
“Laju pertumbuhan penduduk mempunyai banyak pengaruh terhadap lingkungan. Untuk mengantisipasi itu, perlu adanya pengendalian jumlah penduduk agar kelestarian lingkungan dapat terjaga dan kualitas kehidupan manusia dapat menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.
(red)