TP PKK Provinsi Banten Siap Manfaatkan Pangan Lokal untuk Percepat Penanganan Stunting
Untuk memperluas gerakan program itu, TP PKK Pusat memberikan anggaran sebesar Rp 560 juta kepada Pemkab Pandeglang. Untuk lebih memaksimalkan capaiannya, Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang juga didorong untuk menggunakan APBD masing-masing.
“Terima kasih atas perhatian Ibu Ketua Umum TP PKK atas perhatiannya yang begitu besar kepada Pemkab Pandeglang. Beliau juga berpesan bahwa program ini harus direplikasi ke seluruh kelurahan atau desa dalam menangani stunting,” ujarnya.
Safriati Safrizal Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat mengatakan, penanganan stunting menjadi kebijakan prioritas Pemerintah yang harus didukung semua pihak. Salah satunya gerakan 1.000 hari pertama anak yang sangat penting.
“Makanya asupan nutrisinya cukup, dengan menggencarkan gerakan makanan sehat sehingga anak-anak bisa berkembang dengan maksimal,” katanya.
Dikatakan Safriati, saat ini Pemerintah mendorong pemberian makanan tambahan lokal dari berbagai bahan pangan lokal setempat pengganti nasi. Di Kabupaten Pandeglang ini banyak jenis makanan lokal yang bisa dikembangkan.
“Seperti tadi ada daun kelor, talas beneng yang diolah dengan berbagai jenis varian. Dan program pemberian bantuan makanan tambahan bergizi ini merupakan langkah konkret TP PKK yang dilakukan secara nasional di seluruh daerah,” jelasnya.
Dengan program ini, Safriati berharap, tahun 2045 nanti angka stunting di Indonesia bisa menjadi zero stunting. Sehingga dengan begitu, tujuan Indonesia Emas 2045 bisa tercapai dengan bonus demografi SDM yang unggul.
“Kita berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat dan keluarga berisiko stunting dan meningkatkan partisipasi TP PKK,” ucapnya.