Bank BJB Tawarkan Penyertaan Modal Rp. 22 M ke Pemkot Cilegon
"Tentunya angka ini bisa bertambah bila kemampuan keuangan Cilegon bisa lebih baik. Harapannya diambil karena untuk mendukung bisnis BJB. Tentunya bisnis ini juga prospektif," jelas Adi.
Menyikapi tawaran bank bjb, Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin menyambut baik penawaran tersebut.
"Ini kesempatan bagus karena selama ini apa yang sudah kita investasikan sudah memberikan kontribusi yang baik buat masyarakat Kota Cilegon. Membantu pendanaan pemerintah daerah," katanya.
Hanya saja, kata Sekda, untuk penyertaan modal kali ini, pihaknya perlu menyesuaikan regulasi yang ada sebab di Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal, kuota penyertaan modal Pemkot Cilegon ke bjb sudah habis.
"Di Perda itu kan disebutkan bahwa penyertaan modal kita maksimal sampai Rp. 25 miliar. Sedangkan sampai dengan tahun ini total modal kita di bjb sudah mencapai Rp. 24,99 miliar," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya akan segera membuat tim untuk merevisi Perda 4 Tahun 2012 agar penyertaan modal yang ditawarkan bank bjb bisa direalisasikan. "Tentu harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah juga," tambah Sekda.
Asda II Pemkot Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana menargetkan perubahan perda akan rampung sebelum disahkannya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024. "Insya Allah Mei 2023 selesai," katanya.
Menurut Dikrie, penyertaan modal ke bank bjb dinilai menguntungkan. Dari penyertaan modal sejauh ini yang mencapai Rp. 24,99 miliar, bjb sudah memberikan total dividen sebesar Rp69,5 miliar.