TANGERANG — Awal Februari menjadi alarm penting bagi seluruh aparatur di Kabupaten Tangerang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, memimpin apel awal bulan yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (2/2/26), dengan penekanan tegas pada percepatan kinerja dan serapan anggaran sejak awal tahun.
Dalam amanatnya, Sekda Soma menilai triwulan pertama Tahun Anggaran 2026 sebagai fase krusial yang akan menentukan keberhasilan pembangunan daerah secara keseluruhan. Ia meminta seluruh ASN tidak menunda pekerjaan dan langsung tancap gas.
“Hari ini kita memasuki minggu pertama di bulan Februari. Artinya, di triwulan pertama ini kita sudah harus menggenjot serapan anggaran dari pelaksanaan tugas-tugas kita. Keberhasilan di triwulan pertama sangat menentukan keberhasilan kita di tahun 2026,” tandas Sekda Soma
Tak hanya soal kinerja, Soma juga mengingatkan sisi kemanusiaan aparatur pemerintah. Ia mengajak seluruh ASN menunjukkan empati dan kepedulian terhadap kondisi wilayah Kabupaten Tangerang yang hampir satu bulan terakhir dilanda banjir.
“Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, 27 kecamatan terdampak banjir. Bahkan mungkin di antaranya adalah rumah kita sendiri. Untuk itu, mari kita saling menjaga kesehatan, membantu dan mendoakan saudara-saudara kita yang masih kesusahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Soma juga menyampaikan pesan tegas dari Bupati Tangerang kepada jajaran BPBD, Dinas Sosial, serta perangkat daerah terkait agar terus bekerja maksimal membantu warga terdampak banjir, terutama para pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda, masjid, dan balai desa.
“Bapak Bupati berpesan jangan sampai ada rakyat kita yang kelaparan. Itu menjadi arahan beliau kepada kami semua,” ujarnya.
Menutup amanat apel, Sekda Soma mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan agar banjir segera surut dan kondisi cuaca membaik. Ia pun kembali menggaungkan semangat kerja aparatur pemerintahan agar tetap fokus pada pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat, meski di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.***










