BerandaKesehatanGejala Gangguan Kesehatan Area Kewanitaan: Mengenal Tanda dan Cara Pencegahannya

Gejala Gangguan Kesehatan Area Kewanitaan: Mengenal Tanda dan Cara Pencegahannya

JAKARTA – Menurut statistik, 70% wanita di seluruh dunia pernah menghadapi vaginitis setidaknya satu kali dalam hidup mereka.

Di Indonesia, dua pertiga wanita mengalami rasa gatal, dan lebih dari setengahnya mengalami keputihan, sementara setengahnya lagi merasa terganggu oleh bau yang tidak menyenangkan di area intim mereka.

Gejala-gejala ini tidak boleh dianggap remeh karena bisa menjadi indikator awal dari iritasi yang jika tidak ditangani, bisa berubah menjadi infeksi.

Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan area intim mereka, terutama selama menstruasi.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, M.Kes, FICS, menjelaskan bahwa vagina yang sehat memiliki pH antara 3.5 – 4.5. pH yang lebih tinggi dari itu dapat mendukung pertumbuhan bakteri patogen dan mengganggu flora normal.

Ketidakseimbangan flora normal dan perubahan pH di area intim dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gatal, bau tidak sedap, dan keputihan. Faktanya, selama menstruasi, 72% wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi vagina karena darah menstruasi bersifat basa dan dapat meningkatkan pH vagina.

Sangat penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan organ intim mereka setiap hari, terutama selama menstruasi, karena menstruasi memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekosistem vagina.

Saat mengalami gejala awal iritasi, disarankan untuk menggunakan produk antiseptik. Antiseptik yang baik harus mengandung Povidone Iodine, karena memiliki spektrum luas, mampu mengembalikan keseimbangan pH, dan dengan cepat memulihkan flora normal, sehingga efektif dalam mengatasi infeksi di area intim,” kata Dr. Dara di acara Betadine X Guardian Press Conference “Tetap Nyaman, Aktif dan Sehat Selama Red Days #BukanHalangan, Selasa, (28/5/24).

Data menunjukkan bahwa dua dari tiga wanita pernah mengalami gejala gatal, bau tidak sedap, dan keputihan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Ditambah dengan kebiasaan konsumen yang berkembang seperti waxing dan shaving, risiko iritasi area intim pun akan meningkat. Betadine Feminine Hygiene dengan Povidone Iodine 10% merupakan langkah pertama dalam mengatasi gejala infeksi saat Red Days.

Baca Juga:  Upaya Dekatkan Layanan Kesehatan, Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting

Kepala Pemasaran PT Mundipharma Healthcare Indonesia, Anastasia Damayanti, mengungkapkan dalam peringatan Menstrual Hygiene Day 2024, Betadine bermitra dengan Guardian untuk memberikan edukasi kepada wanita Indonesia tentang pentingnya kebersihan intim, terutama saat Red Days, melalui produk Betadine Feminine Hygiene dengan Povidone Iodine 10% yang dikenal sebagai #BotolUngu.

“Kami berkomitmen untuk memastikan wanita Indonesia tetap nyaman, aktif, dan sehat selama menstruasi karena bagi kami, menstruasi #BukanHalangan,” ujar Anastasia.

(red)

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments