BerandasastraPuisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu

Puisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu

DISTRIKBANTENNEWS.COM  – Berikut ini  beberapa puisi galau yang mungkin dapat menggambarkan perasaan Anda. Ingatlah bahwa puisi adalah bentuk seni yang memungkinkan kita untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman kita. Semoga puisi-puisi ini dapat memberikan sedikit kenyamanan bagi Anda:

KEPERGIAN

(Karya : Imron Ramadhan)

Untukmu yang telah beranjak pergi.

Tepat di awal bulan mei Semoga setelah kepergianmu, akan ada pelangi yang datang dan mewarnai.

Untukmu wanita berinisial “A”. Wanita yang dulu ku rindukan, Wanita yang dulu ku banggakan.
Apakah masih ada sedikit namaku di benak mu?

Aku yang dulu berusaha menjadi protagonis(karakter yang baik) untukmu yang antagonis(karakter yang jahat) Manusia kotor jauh lebih baik daripada manusia yang berpura-pura baik.

Aku harap kau tidak mempublikasikan kesedihan dan permasalahan hidupmu dimanapun itu. aku tidak ingin melihat wanita yang dulu ku perjuangkan, kini terluka oleh pasangan barunya.

Tetaplah mengunggah tentang kebahagiaan kalian berdua agar aku ikut serta bahagia melihatnya. @ibon_rmd

2021/05/06

MELAWAN TRAUMA

(karya : Imron Ramadhan)

Sajak Melawan rasa trauma Suatu hal yang wajar setiap manusia Entah itu soal perasaan, hati, atau luka Semua kembali pada diri sendiri saja

Ingin bangkit untuk merasakan bahagia?

Atau terus menerus di hantui rasa duka? Jangan menirukan sebuah drama sandiwara Yang siap di sakiti kapan saja & dimana saja

Jika yang memberikan luka kau anggap raja Lalu aku yang selalu menemani, melindungi, dan membuatmu tertawa bahagia layaknya seorang prajurit, kau anggap apa?

Semua rasa sakit pasti ada obatnya Begitu juga dengan rasa trauma Jangan menyerah wahai putri singgasana Karna setelah kesedihan ada kebahagiaan yang menanti di depan mata.

Selamat malam @ibon_rmd 2021/04/28

SALING SUPORT

(Karya: Imron Ramadhan)

Baca Juga:  Koramil 0602-18/Kragilan Bantu Rehab Rumah Warga

Hujan bergemuruh Daun daun berjatuhan Mengingat kenangan yang telah lama runtuh Di terpa oleh badai ke egoisan

Suara petir yang menyambar Layaknya janji janjimu yang begitu hambar Aku menuliskan ini di bawah hujan Di kala hujan membawakan kenangan

Kau dan aku sudah beda versi Di kala ego meluap begitu tinggi Kau bahagia dengan dirinya Aku bahagia dengan orang yang ku anggap istimewa

Biarkan tuhan yang menjadi penentu Untuk kita yang tak lama bertemu Meski terbentangkan oleh jarak Namun doa akan terus berpijak

2021/11/02
- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments