More
    BerandaPolitikPolresta Tangerang Siap Amankan Pemilu 2024, Gelar Apel Pergeseran Pasukan

    Polresta Tangerang Siap Amankan Pemilu 2024, Gelar Apel Pergeseran Pasukan

    - Advertisement -

    TANGERANG, DISTRIKBANTENNEWS.COM – Polresta Tangerang menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 dalam rangka Operasi Mantap Brata Maung 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Maulana Yudha Negara pada Sabtu (10/2) pukul 13.10 WIB.

    Apel ini dipimpin oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Banten, antara lain Pamatwil Karolog Kombes Pol Chiko Ardwiatto, Dirbinmas Kombes Pol Atot Irawan, Dirnarkoba Kombes Pol Iman Imanuddin, dan Auditor Madya TK.III Irwasda Polda Banten Kombes Pol Andri Syahril. Selain itu, apel ini juga diikuti oleh personel yang terlibat dalam pengamanan TPS.

    Dalam amanatnya, Kapolresta Tangerang menyampaikan bahwa apel pergeseran pasukan ini merupakan momentum untuk melakukan pengecekan akhir dan memantapkan kesiapsiagaan seluruh personel beserta sarana prasarana. Tujuannya adalah agar pengamanan pemilu, khususnya pengamanan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, kondusif, dan terkendali.

    “Kita memahami bahwa pemungutan dan penghitungan suara di TPS adalah tahapan yang sangat krusial dan yang sangat menentukan bagi terwujudnya legitimasi pemilu 2024 dan terjaganya keberlangsungan kepemimpinan nasional. Situasi yang krusial ini melahirkan berbagai tantangan pengamanan yang berat dan kompleks. Terlebih kita bukan hanya dihadapkan pada besarnya jumlah pemilih di daerah hukum Polresta Tangerang, namun juga dihadapkan pada dinamika mobilisasi massa untuk menghadiri pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Oleh karena itu, Polresta Tangerang akan mengoptimalkan pengamanan TPS,” ujar Kapolresta.

    Kapolresta juga mengungkapkan bahwa pengamanan TPS tidak dilakukan sendiri oleh Polresta Tangerang, melainkan didukung oleh 2 SSK Sat Brimob Polda Banten dan 1 SSK personil Dit Samapta Polda Banten, yang akan disiagakan di polres dan polsek jajaran. Selain itu, pengamanan TPS juga didukung oleh personel TNI. Seluruh kekuatan bersama tersebut akan ditugaskan dalam mengamankan jalannya pemungutan dan penghitungan suara.

    Kapolresta juga mengingatkan kepada seluruh personel pengamanan untuk mengantisipasi beberapa potensi kerawanan kamtibmas yang dapat mengganggu proses pemilu. Adapun kerawanan kamtibmas yang perlu diantisipasi secara umum adalah aksi sabotase, teror bom, politik uang, intimidasi terhadap panitia, petugas TPS, dan para pemilih, serta pengrusakan TPS dan logistik pemilu seperti kotak dan surat suara.

    “Kerawanan kamtibmas ini berpeluang menjadi potensi gangguan kamtibmas baik pada saat menjelang hari pemungutan suara maupun pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dan bertindak sesuai dengan protap dan SOP yang telah ditetapkan,” jelas Kapolresta.

    Selain menggelar apel pergeseran pasukan, Polresta Tangerang juga melakukan pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan TPS. Kapolresta Tangerang memeriksa langsung kondisi personel, kendaraan, senjata, perlengkapan, dan komunikasi yang akan digunakan dalam pengamanan TPS.

    Kapolresta Tangerang juga memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh personel yang akan bertugas di TPS. Kapolresta Tangerang mengatakan bahwa personel polri di lapangan harus memberikan rasa aman kepada semua pihak di tempat pemungutan suara, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.

    “Kita harus bersikap humanis, ramah, dan santun kepada semua pihak yang terlibat dalam pemilu, baik penyelenggara, peserta, maupun pemilih. Kita harus menjaga situasi yang kondusif dan damai di TPS, serta mengantisipasi segala bentuk gangguan kamtibmas dan politik uang yang dapat merusak proses demokrasi. Apabila terjadi gangguan kamtibmas dan politik uang, personel yang bertugas di TPS wajib menindak tegas secara profesional dan proporsional, serta tidak melakukan pembiaran terhadap permasalahan yang terjadi. Segera amankan pada kesempatan pertama dan laporkan setiap kejadian menonjol kepada Kapolsek sebagai perwira pengendali dan kepada petugas Bawaslu bila ditemukan pelanggaran pemilu,” tegas Kapolresta.

    Kapolresta Tangerang juga mengingatkan kepada seluruh personel yang akan bertugas di TPS bahwa mereka sedang mengemban tugas negara yang mulia dan strategis. Oleh karena itu, mereka harus memanfaatkan sarana komunikasi yang ada, khususnya handphone, hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas, bukan untuk hal yang tidak penting.

    “Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan pemilu 2024, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh personel untuk dipedomani dan dilaksanakan, yaitu siapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, petakan setiap potensi kerawanan dan perkuat deteksi dini, bina sinergi dan perkokoh kerjasama yang harmonis baik dengan penyelenggara pemilu, unsur TNI, para tokoh informal, dan seluruh komponen masyarakat di tempat bertugas, jaga integritas dan junjung tinggi netralitas, serta hindari kegiatan politik praktis yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutup Kapolresta.

    Kapolresta Tangerang juga mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab. Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan damai selama proses pemilu berlangsung.

    “Kita harus bersama-sama menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kita harus mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi pemilu 2024. Kita harus menghormati perbedaan pilihan politik dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan. Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menghargai hasil pemilu yang sah dan konstitusional,” pungkas Kapolresta. (*)

    (mar/red)

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Must Read

    - Advertisement -

    Related News

    - Advertisement -